
Keberadaan Pura Tanah Lot Bali diperkirakan ada pada abad ke -15, Bhagawan Dang Hyang Nirartha atau dikenal dengan nama Dang Hyang Dwijendra melakukan misi penyebaran agama Hindu dari pulau Jawa ke pulau Bali. Pada saat itu yang berkuasa di pulau Bali adalah Raja Dalem Waturenggong. Beliau sangat menyambut baik dengan kedatangan dari Dang Hyang Nirartha

Pura ini terletak di kawasan pertemuan antara pesisir pantai dan wilayah perbukitan, di mana terdapat sebuah goa yang menjadi habitat ribuan kelelawar. Dalam Lontar Padma Bhuwana, Pura Goa Lawah disebut sebagai salah satu kayangan jagat atau sad kahyangan, yang merupakan tempat suci bagi Dewa Maheswara dan Sanghyang Basukih, serta memiliki peran penting sebagai pusat keseimbangan

Pura Segara Rupek merupakan salah satu pura yang berada di wilayah Taman Nasional Bali Barat, tepatnya di Desa Sumberklampok, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Jarak dari Kota Denpasar menuju lokasi ini sekitar 143 kilometer, yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 jam 20 menit menggunakan kendaraan. Pura ini berada di ujung paling barat Pulau

Pura Dalem Balingkang merupakan salah satu pura yang berada di wilayah desa Pakraman Pinggan, Kecamatan Kintamani Bangli. Dasar sejarah keberadaan pura Dalem Balingkang terdiri dari tiga sumber yaitu didasarkan pada Purana Pura Dalem Balingkang tahun 2009 dan berdasarkan mitos masyarakat di sekitar Pura Dalem Balingkang serta didasarkan juga pada kekawin Barong Landung. Sejarah berdasarkan pada

Pura Puncak Penulisan, merupakan pura yang berlokasi di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani Bangli. Pura Puncak Penulisan terletak pada ketinggian 1.745 mdpl dan secara administratif berada di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Oleh karena itu, Pengempon utama pura ini adalah Krama Desa Adat Sukawana serta Banua Gebog Domas. Pura ini dapat dicapai dari Kintamani, yang

Pura Ulun Danu Batur berlokasi di Jl.Raya Kintamani, Batur Selatan, Kecamatan Kintamani. Pura ini menghadap ke arah barat, dengan latar belakang Gunung Batur dan Danau Batur, yang semakin memperindah pemandangan alam disekitarnya. Keberadaan Pura Ulun Danu Batur tercatat dalam berbagai lontar kuno, seperti Lontar Usana Bali, Lontar Kusuma Dewa, Lontar Raja Purana Batur, serta beberapa

Pura Besakih adalah sebuah pura yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, di lereng barat daya Gunung Agung, yang merupakan gunung tertinggi di Bali. Untuk mencapai Pura Besakih dari Kota Denpasar, jaraknya sekitar 25 km ke arah utara, melewati Kota Semarapura di Kabupaten Klungkung. Perjalanan menuju pura ini juga akan disuguhi pemandangan indah Bukit Jambul,

Pura Ponjok Batu, merupakan salah satu pura yang berlokasi di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Keberadaan pura Ponjok Batu berkaitan erat dengan kedatangan Danghyang Nirartha pada abad ke-15 Masehi ke Bali. Pura ponjok Batu memiliki keunikan dengan adanya perahu batu di tengah laut atau pesisir pantai yang berada di atas batu karang yang kokoh. Pelaksanaan

Pura Pulaki berlokasi di desa Banyu Poh, kecamatan Grokgak, Buleleng. Berdasarkan pada pengkajian dari Ketua Kelompok Budaya Bali Utara Drs. I Gusti Ketut Simba, diperkirakan Pura Pulaki sudah berdiri sejak zaman prasejarah. Hal ini berdasarkan pada konsep pemujaan Dewa Gunung, yang merupakan satu ciri masyarakat prasejarah. Selain itu dii kawasan Pura Pulaki dan di area

Pura Melanting merupakan salah satu pura yang berlokasi di desa Banyu Poh. kecamatan Grogak, Buleleng. Keberadaan pura Melanting berkaitan dengan sejarah perjalanan Dang Hyang Nirartha atau pedanda sakti Wawu Rauh ke Bali. Dalam perjalanan berat Peranda Sakti Wawu Rauh ke Bali, istri beliau Dang hyang Biyang Ketut atau disebut juga Dang hyang Biyang Patni Keniten

Perjalanan dan pengalaman Tirtayatra ke Jawa dapat anda rasakan dengan pilihan paket hemat yang kami siapkan yaitu paket tirtayatra dengan harga di bawah 1 juta dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Info updatenya hubungi kami segera ya! 081238291469 Berikut beberapa program tirtayatra ke Jawa dengan harga paket di bawah 1 juta Info details program klik

Perlengkapan yang Wajib dibawa saat Tirtayatra ke Jawa Di Jawa banyak terdapat Pura dan tempat suci yang menjadi tujuan Tirtayatra, seperti candi, sumber mata air suci serta lokasi lain yang disucikan. Agar perjalanan Tirtayatra lancar ada beberapa perlengkapan yang perlu disiapkan dan dibawa. Apa saja itu? Beikut daftar perlengkapan yang sebaiknya dibawa saat mengikuti Tirtayatra

Jika mendengar kata tirta yatra sekilas akan langsung mengaitkannya dengan aktivitas religi. Rilegi berarti kepercayaan akan adanya kekuatan di luar kekuatan manusia. Banyak yang menyamakan religi dengan agama, namum pada dasarnya religi merupakan suatu fenomena pada segala aspek yang ada di luar kekuatan manusia berupa kepercayaan dan kehidupan lain dan mahluk – mahluk gaib, supranatural

Pura Segara Tawang Alun terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Posisinya berlokasi di tepi pantai Pulau Merah dan kawasan ini juga termasuk salah satu destinasi wisata yang terkenal di Banyuwangi. Dari kota Banyuwangi jarak pura sekitar 70 kilometer menuju arah selatan dengan waktu tempuh kurang lebih selama 2 jam. Pura Segara

Pura Anantaboga berlokasi di dusun Selorejo, kecamatan Glenmore, kabupaten Banyuwangi. Pura ini di bangun ketika umat Hindu dari Pura Sandhya Darma yang juga terletak di Selorejo mendapat taksu atau sebuah penglihatan mengenai situs purbakala yang terletak di lokasi tersebut. Sehingga dengan bantuan umat Hindu dari Bali, di bangunlah Pura Beji Anantaboga, yang kini di kelola

Pura Batu Bolong Lombok berlokasi di Jl.Raya Senggigi , Batu Layar di wilayah Lombok Barat. Keberadaan pura Batu Bolong sangat erat kaitannya dengan perjalanan suci Dang Hyang Niratha ke pulau Lombok. Beliau adalah yang mendirikan pura Batu Bolong Pertama hingga tetap lestari sampai saat ini. Beliau datang ke Lombok ke dua kalinya pada tahun 1533

Pura Lingsar adalah pura yang berada di Lombok tepatnya berlokasdi di Jl.Gora 2, Desa Lingsar – Lombok Barat. Pura Lingsar di bangun pada tahun 1714 dan di bangun kembali pada tahun 1878 untuk melambangkan keselarasan dan kesatuan antara Hindu Bali dan Muslim Sasak penduduk daerah, Wetu Telu. Keberadaan pura ini merupakan gabungan antara nilai ajaran

Pura Narmada Lombok berokasi di Jl.Raya Narmada, Desa Lembuk, Narmada – Lombok Barat. Pura Narmada berada di luas lahan kurang lebih sekitar 2 hektar dan dibangun pada tahun 1727 oleh raja Mataram Lombok, yaitu Anak Agung Ngurah Karangngasem sebagai tenpat upacara pakelem yang diselenggarakan pada setiap purnama kelima tahun caka yang di perkirakan memasuki bulan

Pura Suranadi adalah salah satu pura yang berada di Lombok tepatnya di dusun Suranadi Desa Selat, Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Secara etimologis, Suranadi berasal dari kata “sura” (dewa) dan “nadi” (sungai). Dalam kamus bahasa jawa kuno di sebutkan bahwa Suranadi juga berarti “Kahyangan”, tempat para dewa bersemayam. Menurut Pemangku Nengah Catra (mangku pura) keberadaan

Candi Cetho berlokasi di Cetho Gumeng, Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Nama Candi Cetho di ambil dari penyebutan masyarakat sekitar terhadap candi ini dan sebenarnya merupakan nama dusun tempat candi ini dibangun yakni Dusun Cetho. Dalam bahasa Jawan, cetho memiliki arti jelas. Dinamakan cetho karena bila Anda berada di Dusun Cetho, Anda bisa dengan jelas melihat pemandangan

Pura Medang Kemulan berlokasi di dusun Buku, desa Mondoluku, kecamatan Wringinanom kabupaten, Gresik. Keberadaan pura Medang Kemulan di dasari atas adanya pura Setia Dharma Bhakti. Dan melalui pemikiran dan perjuangan Bapak Sumanila dan umat Hindu yang berjumlah tujuh kepala keluarga dengan berbagai tantangannya yang penuh cobaan dan diskriminasi mereka tetap mampu melaksanakan yadnya sehingga pura

Pura Balekambang berlokasi di pantai Balekambang, desa Srigono, kecamatan Bantur, Malang. Pura Balekambang di kenal juga dengan nama pura Ismoyo dan pura Amerta Jati. Pura Balekambanga di bangun pada tahun 1985 oleh Edi Selamet yang pada saat itu menjabat sebagai bupati Malang. Dari segi bagunan atau arsitekturnya pura Balekambang mirip dengan pura Tanah Lot yang

Pura Giri Arjuna, Batu Malang merupakan pura yang berlokasi di desa Tulung Rejo, Dusun Junggo, Kecamatan Bumi Aji, Kota Batu Malang -Jawa Timur. Pura ini di percaya merupaka tempat petilesan kerajaan Majapahit dengan wujud candi Pawon. Dahulu saat gunung Arjuno meletus, candi Pawon dan pepohonan kina di sekitar pura sempat terkubur. Setelah di lakukan pemugaran

Pura Goa Giri Putri merupakan pura khayangan jagat yang berlokasi di dusun Karangsari, desa pekraman Suana, kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Kelungkung. Kata Giri dalam nama Pura Goa Giri Putri memiliki arti gunung , pegunungan atau bukit dan putri berarti wanita. Putri yang di maksud adalah nama simbolis bagi kekuatan tuhan yang memiliki sifat keibuan atau

Pura Dalem Ped merupakan pura yang berlokasi di Nusa Penida tepatnya di desa Ped, Sampalan. Pura Dalem Ped termasuk pura khayangan jagat. Dalam buku sejarah Nusa dan sejarah pura Dalem Ped yang di tulis oleh Drs. Wayan Putra Prata menyebutkan Pura Dalem Ped awalnya bernama Pura Dalem Nusa. Pergantian nama dilakukan oleh tokoh Puri Kelungkung

Pura Agung Blambangan adalah pura yang berlokasi di desa Tembok Rejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pembangunan pura didirikan pada 11 april 1975 & diresmikan pada hari raya Kuningan tanggal 28 juni 1980. Keberadaan pura ini tentunya tidak terlepas dari keberadaan kerajaan Balambangan. Awalnya nama kerajaan Blambangan adalah Istana atau kerajaan timur yang di

Pura Mandara Giri Semeru Agung adalah pura yang berlokasi di kaki gunung Semeru, tepatnya desa Senduro di jalan Serma Dohir, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang – Jawa Timur. Gunung Semeru ini yang merupakan tempat lokasi pura (dilerengnya) dikaitkan dengan mitos tentang pemindahan puncak Gunung Mahameru dari India ke Pulau Jawa, hal itu berkaitan dengan sejarah nama

Pura Sunia Loka, Gn.Srawet adalah salah satu pura di Jawa yang berlokasi di dusun Tanjung Rejo, desa Kebon Dalem, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Di jelaskan oleh romo mangku pura setempat berdirinya pura Sunia Loka Gn. Srawet berawal dari adanya kejadian aneh diluar nalar yakni pada awal tahun 2000-an sekitar jam satu siang cuaca cerah dan

Pura Giri Salaka atau lebih umum di kenal dengan sebutan pura ala purwo dan kawitan merupaka pura yang berlokasi di taman nasional alas purwo, kecamatan tegal delimo, Banyuwangi. Keberadaan pura giri salaka pada dasarnya merupakan situs peninggalan kerajaan Majapahit yang bercorak agama Hindu yang kini oleh masyarakat setempat di bangun menjadi sebuah pura yang teramat

Candi Agung Gumuk Kancil & Beji berlokasi di desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi terletak di dataran tinggi Glenmore sekitar 400 meter dari permukaan air laut. Keberadaan Candi Agung Gumuk Kancil dan Beji tidak terlepas dari sosok Maha Rsi Markendya, tokoh spiritual abad ke 7 Masehi. Sebelum melakukan perjalanan ke pulau Bali Rsi Markandeya berdiam

Pura ini berlokasi di Jl. Sidoarjo, Purwoharjo, Banyuwangi. Keberadaan pura ini berkaitan erat dengan Hyang Giriwaseso dalam perjalanan sejarah kerajaan Majapahit. Hyang Giriwaseso adalah seorang brahmana yang melihat kehancuran kerajaan Majapahit yang tidak bisa dihindarkan karena melihat gelagat kurang baik pada para sentana keluarga trah Majapahit yang saling merebut kekuasaan setelah perang paregreg dan di

Pura Bukit Amerta berlokasi di dusun Blok Agung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Pada awalnya di lokasi pura ini hanya ada puden yang berupa batu. Batu ini sendiri berkaitan dengan sejarah dan keberadaan desa Karangdoro yang merupakan wilayah dimana pura Bukit Amerta ini berdiri. Bukit yang berupa gumuk ini dinamakan dengan Gumuk Tambur, karena menurut

Pura Poten Bromo adalah pura yang berlokasi di Tengger Jawa Timur. Pura ini memiliki lokasi di tengah-tengah hamparan pasir gunung Bromo. Berdasarkan pada pengertiankatanya Bromo memiliki pengertian Brahama shingga Pura Poten Bromo oleh suku atau masyarakat Tengger di jadikan sebagai tempat suci pemujaan Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan manifestasi-Nya sebagai Dewa Brahama.