
Tirta Gangga merupakan salah satu objek wisata terkenal di Bali yang menawarkan pemendangan alam yang mempesona serta memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Tirta Gangga terletak di Jl.Raya Tirta Gangga desa Ababi, kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Tirta Gangga merupakan sebuah area taman air yang memiliki luas sekitar 3 hektar yang dibagi atas tiga tingkatan dari Timur ke Barat. Di tingkat Swah utara yang paling tinggi, terdapat mata air di bawah pohon beringin, kolam renang dan dua kolam hias, satu kolam memiliki empat air mancur, dan satunya lagi memiliki bunga teratai. Saat memasuki area Tirta Gangga hal pertama yang paling mengesankan dilihat adalah ketika memasuki taman terdapat kolam yang membentang dibagian kiri dan kanan serta air mancur yang bernama Nawa Sanga yang berada dipertengahan kompleks. Didalam kolam terdpat banyak ikan – ikan yang berenang. Mata Air di Tirga Gangga sangat disucikan sehigga terdapat bangunan suci khusus di dalam tingkatan atas di bawah pohon beringin yang memiliki mata air alami yang mengalir dan digunakan khusus untuk upacara keagamaan.
Belum diketahui sejak kapan mata air mengalir di tempat yang sekarang ini bernama Tirta Gangga. Namun didasari darikeberadaan sebuah pohon beringin yang ada yang biasanya ditanam di dekat tempat suci mata air tersebut dapat berumur kurang lebih sekitar 300 tahun dan sumber mata air tersbeut digunakan sebagai sumber mata air suci untuk upacara keagamaan. Diyakini Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem yang membangun taman air rekreasi untuk dirinya dan rakyatnya, yang beliau mulai bangun tahun 1948. Membuat berbagai macam taman air sudah menjadi hobinya. Ia tidak hanya membuat rancangannya sendiri, namun ia juga bekerja dengan pekerjanya, menggali tanah, berdiri di air yang dalam, dikotori lumpur. Pengunjung yang melihat proses pembangunan selalu terkejut ketika melihat Raja yang berada di sekitar pekerjanya. Orang-orang menyukainya dan itu adalah salah satu kelebihan Raja yang menawan pada saat itu. Pembangunan taman dimulai sekitar bulan Januari 1948 dan diperkirakan selesai pada September 1948. Setelah itu, taman ini secara resmi digunakan oleh Keluarga Kerajaan sebagai tempat peristirahatan, dan hingga kini masih digunakan oleh keluarga kerajaan. Selain itu, masyarakat lokal dari Ababi, Temega, dan Pladung juga memanfaatkannya untuk melaksanakan aktivitas keagamaan, khususnya Tirta Yatra.
Pada tahun 1963, letusan Gunung Agung menyebabkan serangkaian gempa yang merusak sebagian besar bangunan dan kolam di Taman. Keluarga Kerajaan serta masyarakat Karangasem terpaksa mengungsi ke daerah Bali yang lebih aman. Sekitar sepuluh bulan kemudian, ketika situasi mulai membaik, Raja kembali dan mendapati taman yang dulunya indah telah hancur. Dengan keterbatasan dana, beliau tidak mampu membangun kembali kolam dan struktur yang rusak. Ketika Undang-Undang Agraria diterapkan, yang memberi pengaruh pada pemilik lahan, Raja kehilangan sarana untuk memperbaikinya. Akhirnya, rehabilitasi Tirta Gangga hanya bisa dilakukan dengan cara yang sangat terbatas dan sederhana. Pada tahun 1966, Raja meninggal dunia pada usia 87 tahun akibat stroke. Setelah kepergiannya, Taman Air diwariskan kepada 10 anaknya. Untuk melestarikan warisan keluarga, taman-taman serta arsitektur unik yang diciptakan oleh Raja Karangasem menjadi bagian dari keluarga “Druwe Tengah.” Sayangnya, keluarga tersebut menghadapi keterbatasan dana untuk merawat tempat tersebut, yang memang sangat sulit untuk dipelihara, meskipun telah diambil keputusan untuk membebankan biaya kepada tamu yang mengunjungi taman.
Sejak 1979, setelah bertugas lama di luar negeri, salah satu putra mendiang Raja, Dr. Anak Agung Made Djelantik, mengambil alih pemimpin rehabilitasi taman. Dengan sedikit peningkatan biaya masuk pada tahun 1985 dan sumbangan dari uang pribadinya, sejumlah perbaikan kecil mulai tercapai. Pertemuan juga diadakan dengan perusahaan air lokal (PDAM) untuk memanfaatkan sebagian air dari mata air untuk kebutuhan kota Karangasem, yang turut membantu renovasi kolam renang bagian atas. Secara perlahan, taman air pun semakin indah dan mulai dikenal di dunia pariwisata.
Jika berencana berkunjung ke Tirta Gangga Karangasem atau ke Bali ada baiknya mempersiapkannya lebih awal, karena banyak destinasi wisata menarik dani konik yang ada di Bali. Berikut info update paket perjalanan wisata di Bali bisa kunjungi dewiasritour.com
