pura-batur-kintamani

Pura Ulun Danu Batur, Kintamani

pura-batur-kintamani

Pura Ulun Danu Batur berlokasi di Jl.Raya Kintamani, Batur Selatan, Kecamatan Kintamani. Pura ini menghadap ke arah barat, dengan latar belakang Gunung Batur dan Danau Batur, yang semakin memperindah pemandangan alam disekitarnya. Keberadaan Pura Ulun Danu Batur tercatat dalam berbagai lontar kuno, seperti Lontar Usana Bali, Lontar Kusuma Dewa, Lontar Raja Purana Batur, serta beberapa babad, termasuk Babad Dalem dan Babad Pasek. Pada Prasasti Cempaga A, B, dan C, yang berasal dari abad ke-12 dan ke-14, tercatat adanya kawasan bernama Tampurhyang. Wilayah Tampurhyang dan Cempaga inilah yang diyakini oleh leluhur umat Hindu Bali sebagai tempat yang kemudian berkembang dan menjadi wilayah Batur. Sebelum letusan besar Gunung Batur pada tahun 1917, Pura Batur awalnya terletak di dekat kaki gunung, tepatnya di sebelah barat daya Danau Batur.

Pada 3 Agustus 1926, Gunung Batur kembali meletus, yang membuat masyarakat terpaksa dievakuasi, yang dibantu juga oleh pemerintah kolonial Belanda. Letusan Gunung Batur pada tahun 1926 menutupi seluruh kompleks Pura Ulun Danu Batur, kecuali beberapa Pelinggih tertinggi yang digunakan sebagai tempat pemujaan Dewi Danu. Setelah dua tahun mengungsi, para leluhur masyarakat Desa Batur sebenarnya berniat untuk kembali ke desa asal mereka, namun hal tersebut ditolak oleh pemerintah kolonial Belanda karena khawatir akan terjadinya bencana lanjutan. Sebagai solusi, pemerintah kolonial menawarkan tempat pengganti di Kalanganyar, yang kini dikenal sebagai Desa Batur. “Di lokasi baru tersebut, para leluhur membangun kembali desa dan pura dengan denah yang identik dengan yang lama. Kabarnya, mereka membawa Pelinggih yang masih utuh dan menempatkannya di lokasi pura yang baru. Pura Ulun Danu Batur akhirnya diresmikan pada tahun 1935, tepat sebelum Purnama Kadasa. Saat ini, Pura Ulun Danu Batur tetap menjadi pura kedua yang paling penting di Bali. Pura ini diyakini sebagai tempat bersemayamnya Ida Bethari Dewi Danu, yang memiliki kaitan erat dengan kemakmuran dan sumber air. Di Pura Ulun Danu Batur, terdapat tiga pujawali besar yang dikenal dengan nama Ngusaba, yakni Ngusaba Karo (bulan kedua), Ngusaba Kalima (bulan kelima), dan Ngusaba Kadasa (bulan kesepuluh), yang berkaitan dengan siklus tanam padi.

← Back

Pesan Anda telah terkirim

Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan!