
Pura Puncak Penulisan, merupakan pura yang berlokasi di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani Bangli. Pura Puncak Penulisan terletak pada ketinggian 1.745 mdpl dan secara administratif berada di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Oleh karena itu, Pengempon utama pura ini adalah Krama Desa Adat Sukawana serta Banua Gebog Domas. Pura ini dapat dicapai dari Kintamani, yang hanya berjarak sekitar 3 kilometer. Jika datang dari Denpasar, bisa melalui jalur Petang-Jembatan Tukad Bangkung atau melalui jalur Payangan. Berkat lokasinya, suasana di pura ini sangat sejuk, dikelilingi oleh pemandangan alam yang hijau.
Mengenai sejarah kapan pura ini dibangun belum diketemukan sumber ahlinya namun Berdasarkan pendapat para ahli arkeologi dan berbagai catatan sejarah, Pura Puncak Penulisan diperkirakan dibangun sekitar abad ke-3 Masehi (era Zaman Perunggu) dan kemudian dilanjutkan pada abad ke-10 hingga tahun 1343 Masehi. Pura ini dikenal oleh masyarakat dengan berbagai nama, antara lain: Pura Tegeh Koripan yang berarti tempat kehidupan yang teguh dan tinggi, Pura Pamojan (Panah Raja), Pura Ukir Padelengan, serta Pura Panarajon. Struktur dan bentuk bangunan pura ini sangat unik dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Bangunan pura mengusung konsep Gunung Suci, yang menyerupai bentuk bukit atau piramida bertingkat, dengan tujuh tingkat yang masing-masing terhubung oleh tangga. Pada tingkat pertama dan kedua, dihubungkan oleh anak tangga. Pada tingkat ketiga (Swah Loka), terdapat dua pelinggih, yaitu Pura Taman Dana dan Pura Dana. Di tingkat keempat (Maya Loka), terdapat Pura Ratu Penyarikan di sisi timur, sementara di sisi barat adalah tempat pemujaan keluarga Dadya Bujangga. Pada tingkat keenam (Tapa Loka), terdapat Pura Ratu Daha Tua, dan pada tingkat ketujuh (Sunya Loka), berdiri pura utama sebagai puncak dari Pura Penulisan, yang merupakan tempat pemujaan Pengaruman, Piyasan, serta Gedong yang digunakan untuk menyimpan benda-benda peninggalan purbakala. Sebagai situs sejarah dengan nilai historis yang tinggi, keberadaan Pura Puncak Penulisan dijaga dan dilestarikan dengan sangat hati-hati oleh umat Hindu. Keunikan lain dari Pura Puncak Penulisan adalah adanya sumber mata air atau tirtha yang terletak di Uttama Mandala, salah satu gedong pura. Hanya Jero Kubayan yang diperkenankan memasuki gedong yang sangat disakralkan tersebut. Saat upacara agama, seluruh rangkaian ritual dipimpin oleh Linggih Dane Jero Kubayan, dengan didampingi oleh Jero Peduluan lainnya.
