tirta-yatra-pura-medang-kemulan

Pura Medang Kemulan, Gersik

Pura Medang Kemulan berlokasi di dusun Buku, desa Mondoluku, kecamatan Wringinanom kabupaten, Gresik. Keberadaan pura Medang Kemulan di dasari atas adanya pura Setia Dharma Bhakti. Dan melalui pemikiran dan perjuangan Bapak Sumanila dan umat Hindu yang berjumlah tujuh kepala keluarga dengan berbagai tantangannya yang penuh cobaan dan diskriminasi mereka tetap mampu melaksanakan yadnya sehingga pura Penataran Luhur Medang Kemulan keberadaannya tetap bisa di pertahankan keberadaannya hingga sampai sekarang. Pada bulan oktober 2010 ketua PHDI di tingkatan kecamatan setempat yaitu bapak Sai dan Ketua PHDI Kabupaten Gresik bapak Kusno datang kerumah bapak Kadek Sumanila untuk meminta agar bapak Kadek Sumanila bisa bergabung mejadi kepengurusan baru PHDI Kabupaten Gresik.

Mendengar Penjelasan dari Bapak Kusno dan bapak Sai, akhirnya Bapak Kadek Sumanila menerima dengan senang hati tawaran untuk menjadi pengurus dengan tujuan membina umat dan menyelamatkan keberadaan pura yang rencananya di pralina dan juga kondisinya sangat memprihatinkan yang ada di Desa Mondoluku karena sejak lama tidak tersentuh ataupun terbina, sehingga umatnya hampir habis ataupun pura yang ada mau di Pralina (tanah pura secara sah masih milik ahli waris H. Sukir). Dengan bantuan dari berbagai pihak akhirnya pura Medang Kemulan tetap ada sampai saat ini. Pelinggih-pelinggih pura yang ada di pura Medang Kemulan menggunakan model jawa. Adapun pelinggih tersebut adalah Padma Candi, Gedong Lingga Kamulan, Penglurah Sakti, Arca Ken Dedes, Petirtan Tri Utama Suci, Dewa Ganesa, Hyang Panji Medang Kamulan Nusantara Sejati, Tri Suci Maha Rsi (Rsi Agastya, Rsi Markendya dan Mpu Kuturan), Lingga Yoni, Surya Majapahit, Hyang Semar dan Beji Sumber Kahuripan Sendang Kamulan. Hal ini dapat dilihat dari Gedong Lingga Kamulan merupakan pemujaan kepada Leluhur dan Roh Suci yang di sebut dengan Bhatara.

Didalamnya terdapat Rong Tiga yaitu Bapanta ring Tengen, Ibunta ring Kiwa, Matemahan Sang Hyang Iswara ring Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa roh-roh orang suci zaman dulu yang menyatu dengan Sang Hyang Tunggal yaitu Kamulan Sakti Kamimitan. Disebut juga Ida Bathara Dalem Medang Kamulan (Rsi Agastya atau Sang Hyang Dimaraja Manu atau Aji Saka) dari Zaman Kerajaan Majapahit sampai dengan Kerajaan Medang Kamulan.  Adapun urutan persembahyangan yaitu: 1) Persembahyangan di Pembejian sumber Kahuripan sendang Kamuliaan, 2) Persembahyangan di Lingga Yoni, Surya Majapahit dan Hyang Semar. 3) Persembahyangan di Tri Suci Maha Rsi (Rsi Agastya, Rsi Markendya Dan Mpu Kuturan). 4) Persembahyangan di Mandala Utama Prahyangan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi Dewa Siwa, Sada Siwa dan Parama Siwa dan juga Ida Bhatara Dalem Medang Kamulan. Bagi umat Sedharma yang nunas / nuwur Tuhurtaja kemulan sebelum mepamit melaksanakan murwa daksina di mandala utama sebanyak tiga kali di iringi dengan doa kirtanam “Om Namah Siwaya” Piodalan di pura Medang Kemulan di laksanakan pada Purnawan Kawulu.

← Back

Pesan Anda telah terkirim

Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan!