
Pura di pulau Menjangan adalah pura yang berlokasi di pulau Menjangan tepatnya beralamat di Desa Sumber Kelapok, Kec.Grokgak, Kabupaten Buleleng. Keberadaan pura – pura di pulau Menjangan saat ini tidak terlepas dari perjalanan Hyang Sidhi Mantra yang berangkat dari Jawa ke Bali. Konon beliau menorehkan tongkatnya sehingga dataran Bali dan dataran Jawa terpisah agar putranya yaitu Bang Manik Angkeran tidak kembali lagi ke Jawa dan menetap di Bali. Atas dasar peristiwa ini di pulau Menjangan di bangun pura yang bernama Pura Segara Giri Dharma Kencana ( segara = laut, Giri = bumi, Dharma = kebenaran, Kencana = garis). Setidaknya ada 8 pura sebagai tempat persembahyangan setelah diawali dengan matur piuning di pelinggih pertama yang terletak beberapa meter dari dermaga. 1. Pura Taman Beji lokasinya tidak jauh dari pelinggih pertama, disini juga di pajang pengumuman tahap-tahap persembahyangan ke pura berikutnya 2. Pesraman Agung Kebo Iwa (Hyang Brahma Ireng) Kebo Iwa adalah seorang patih yang sakti mandraguna dari kerajaan Bedahulu, kerajaan satu-satunya yang tidak mau tunduk dengan Majapahit.
Panglima militer yang di segani di Bali ini (Kebo Iwa) setara dengan kehebatan Patih Gajah Mada. Di tempat sembahyang ini (Pesraman Agung Kebo Iwa) uniknya tidakmendapatkan bija tapi mendapat anugerah abu ireng (pengganti bija) yang diletakkan di kening. 3. Pagoda Agung Dewi Kwan Im (Dewi Kemakmuran) Pelinggih Dewi Kwam Im ini berbentuk pagoda, ini membuktikan akulturasi budaya yang terjaga baik dari masa lampau. Di dalam pagoda terdapat sejumlah patung Dewi Kwam Im, persembahyangan di pimpin oleh Jro Mangku cukup hanya menggunakan sarana dupa yang berjumlah ganjil, tidak diperkenankan menggunakan sarana daging termasuk telur, hanya buah, bunga dan wewangian 4. Pendopo Ida Bhatara Lingsir Dalem Gajah Mada (Hyang Wisnu Murti) Pendopo Ida Bhatara Lingsir Dalem Gajah Mada atau yang merupakan perwujudan Sang Hyang Wisnu, lebih kental dengan nuansa jawa, termasuk juga pintu kayu yang merupakan ornamen seni joglo, di pura ini pemedek mendapat benang tridatu yang diikatkan di tangan kanan 5. Pura Sang Hyang Siwa Pasupati di Pura inilah diyakini tempat berstananya Hyang Pasupati 6. Pelinggih Ida Bhatara Lingsir Watu Renggong Di sebelah kanan dari Pura Hyang Pasupati, terdapat pelinggih pura Dalem Erlangga dan Waturenggong, yang memiliki keterkaitan dengan sejarah raja di Bali yaitu Dalem Waturenggong yang pernah memerintah Gelgel dari tahun 1460 – 1550.
Terdapat 2 kali persembahyangan lagi yaitu urutan sembahyang nomer 7 di Pelinggih Sang Hyang Ganesha terletak di belakang Pura Sang Hyang Pasupati, menuju pelinggih Ganesha yang diyakini sebagai sthana Dewa Ganesha dan Dewi Parwati, sebuah patung Ganesha berdiri megah di pinggir laut. Persembahyangan hanya dengan media dupa saja, dan dari belakang pelinggih menghadap ke laut, setelah diperciki tirta dan anugerah bija, kemudian pada arca (patung) Ganesha melakukan sembah sujud dengan mencium kaki pelinggih Ganesha. 8. Pura Segara Giri Dharma Kencana Pura ini memiliki latar belakang yang berhubungan dengan perjalanan Dang Hyang Sidhimantra, konon di tempat inilah beliau menorehkan tongkatnya, sehingga Bali yang dulunya menyatu dengan pulau Jawa menjadi terpisah. Pelinggih atau pura tersebut dibuat untuk menghormati jasa-jasa beliau dalam mengembangkan ajaran agama Hindu. Piodalan di Pura biasanya dilaksanakan pada Purnama Kapitu.
