
Pura Agung Blambangan adalah pura yang berlokasi di desa Tembok Rejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pembangunan pura didirikan pada 11 april 1975 & diresmikan pada hari raya Kuningan tanggal 28 juni 1980. Keberadaan pura ini tentunya tidak terlepas dari keberadaan kerajaan Balambangan. Awalnya nama kerajaan Blambangan adalah Istana atau kerajaan timur yang di pimpin oleh Bhare Wirabhumi. Nama Blambangan baru di sebut dalam beberapa serat yang di tuliskan pada abad ke 18. Nama Blambangan diambil dari kata Bala yang berarti rakyat, serta ombo yang berarti besar atau banyak. Diserap menjadi nama Blambangan yang memiliki arti kerajaan dengan rakyat yang cukup banyak.
Keberadaan Pura Agung Blambangan berkaitan erat dengan kerajaan Blambangan, disebabkan karena Pura Agung Blambangan awalnya dulu adalah peninggalan zaman kerajaan Blambangan yang bercorak Hindu di Banyuwangi dengan rajanya yang terakhir adalah Prabhu Tawang Alun. Setelah perang antara kerajaan Timur dan kerajaan lainnya dan Blambangan berhasil direbut pasukan Demak, islam mulai masuk, pusat kerajaan kemudian pindah ke Mucar dan menyatakan kemerdekaannya kembali disana bersama kerajaan Mataram, pengaruh kerjaan Mataram menyebabkaan Banyuwangi tidak masuk kebudayaan jawa Tengahan dan lebih banyak terpengaruh oleh budaya Bali. Piodalan di pura Agung Blambangan dilaksanakan pada Saniscara Kliwon Kuningan bertepatan dengan hari raya suci Kuningan.
